Selasa, 24 September 2024

doa

 Ya Allah,

aku mau sehat.
supaya kelak aku bisa menggendong anak dan cucuku, menemani mereka bermain, berlari, berkemah, mendaki, dan semuanya...

tapi, kalau permintaan ini terlalu mudah untuk dikabulkan,
tolong kabulkan yang ini juga,

aku mau sehat
sehat lebih lama lagi
aku mau kuat seperti dulu
agar mampu melakukan semua aktifitas yang kusuka,
beribadah kepadaMu
mengunjungiMu ke tanah haraam itu juga impianku,
berhaji,
umrah

mudah bagiMu untuk mengabulkannya ya Allah...

aku mau menemani suamiku sampai tua, sampai keriputan,
sampai salah satu dari kami dipanggil pulang kepadaMu
aku mau masak untuk suamiku,
sampai dia bosan dan malas beli makan di luar, karena suamiku hanya mau makan masakanku
aku mau melakukan semua hal yang menarik di dunia ini dengannya,
banyak tempat yang belum kami kunjungi
jadi ya Allah, kabulkanlah..
aku mau sehat lagi, aku mau kuat lagi

kalau permintaan ini, terlalu mudah untukMu dikabulkan
maka, akan mudah bagiMu juga untuk permintaanku yang ini...

Ya Allah, Yang Maha Agung
Yang Maha Penyembuh
Yang Maha Esa, Maha Tunggal
Yang Memiliki Seluruh Semesta

aku hanya hamba yang kecil yang membutuhkanmu...
berikanlah aku kesembuhan,
agar aku tidak membuat orang tuaku, orang yang menyayangiku, orang-orang sekitarku khawatir atas diriku

aku ingin sehat lebih lama lagi,
kuat lebih lama lagi.
aku masih punya ibu dan bapak yang harus kubahagiakan..
aku masih punya adik yang harus aku bantu masa depannya..
aku masih punya suami yang harus terus kudampingi..

Ya Allah, mudah bagiMu untuk mengabulkan ini semua. mudah bagiku untuk menerima kasih sayangMu, karena Engkau Maha Penyayang.

maka, kabulkan lah ya Allah...
kabulkanlah...
kabulkanlah...


Aamiin ya Allah... Aamiiin



24 sept 2024

Kamis, 21 Desember 2023

A Letter to My Self

hi nindi 🏳️

2023 is a tough year, right? never been easy since day one.

banyak banget persimpangan yang harus kamu lalui, harus kamu pilih jalannya. saat itu juga. kamu enggak dikasih waktu untuk napas sebentar aja, memilih yang mana yang harus kamu ambil. seperti semuanya bergerak cepat, sementara dirimu terjebak di lampu merah. begitu kan, nin?

walaupun harus menghadapi banyak sekali kekecewaan, kegagalan, dan pertengkaran dengan diri sendiri. dan terkadang kamu menangis, meragukan diri sendiri. kamu gak tahu apa yang harus dilakukan, karena semua ini terasa sangat sulit.

tapi gapapa. kita udah sampai di ujung tahun, nih. gak nyangka ya! satu tahun ini melewati masalah demi masalah dari hari ke hari. bisa loh kamu nin. hebat, bangga sekali padamu nindi.

walau kenyataannya sulit, tapi kamu belajar. kita sama-sama belajar, bahwa hidup ini hanya untuk loncat dari satu masalah ke masalah lainnya. mungkin bentuknya saja yang berbeda hari ke harinya. kita juga belajar, setiap orang sedang menghadapi kesulitan dan masalahnya sendiri. jadi jangan terlalu mengandalkan orang lain. kamu juga belajar bagaimana mengatur waktu, membaginya untuk banyak kepentingan. tapi jangan lupakan waktu untuk dirimu sendiri, ya.

saat ini, kamu kembali lagi ke dunia yang sudah lama kamu tinggalkan. apakah itu menyenangkan, nin?

tahun ke tahun, kamu harus belajar menjadi dewasa. bukan untuk dirimu saja, tapi untuk orang di sekitarmu juga. menjadi dewasa itu sulit, ya.. bertumbuh itu perjalanan yang panjang, dan tidak mudah.

terlihat baik-baik saja juga sangat melelahkan.. kadang kamu ingin seluruh dunia tahu bahwa kamu lelah, capek, dan enggak baik-baik aja. tapi, rasanya semua orang memunggungimu. mereka gak mau melihat itu. orang-orang hanya mau tahu, bahwa kamu baik-baik saja. itu adalah hal yang, menyakitkan.... untungnya, kamu selalu punya seseorang yang sangat mengerti, dan mendukungmu. dia selalu ada pihak kamu, nindi.

tahun ini juga kamu banyak belajar, bahwa orang terdekat tidak akan pernah meninggalkanmu. orang yang menyayangimu akan selalu ada disampingmu. jadi, jangan lupa berterima kasih kepada mereka ya!
semua hal yang terjadi di tahun ini akan membentukmu menjadi orang yang lebih kuat dan percaya diri, di tahun-tahun berikutnya.

nin, mimpi-mimpi itu, yang sedang kamu kejar dan kamu usahakan mati-matian itu.. dilemparkan oleh Semesta karena Dia tahu, kamu akan selalu menemukan cara untuk mewujudkannya. jadi, kamu jangan berhenti berjuang ya. kamu harus selalu belajar untuk memberikan yang terbaik. percayalah pada dirimu sendiri.

nin, semoga kamu enggak lagi khawatir tentang pikiran-pikiran kecil yang mengganggu setiap kamu mau tertidur. janganlah terlalu keras atau terlalu santai pada diri sendiri.

ingat ya nin, karena walaupun kelihatannya mustahil--- rasakan, pikirkan, sesuatu yang baik, itu pasti akan datang kepadamu juga. segala sesuatu mempunyai waktunya masing-masing. dan tentu saja kamu berhak bahagia, seperti orang lain. percayalah. jangan khawatir, nindi. kamu sudah melakukannya dengan baik. sudah, dengan baik.

terima kasih nindi untuk tahun ini, sampai jumpa di tahun berikutnya.


dari dirimu sendiri,
Nindi Aulia Rahmah
10 hari terakhir di 2023.

Rabu, 01 Maret 2023

Pernikahan Kapas

Cotton.

Pernikahan kapas. iya, istilah untuk 2 tahun pernikahan adalah kapas, cotton. masih ringan, bisa terbang terombang-ambing angin. Tapi, hebat sudah melalui 2 tahun yang tentu saja tidak mudah. Semoga bisa ke merayakan ulang tahun pernikahan di tahun-tahun berikutnya! aminnnn

Gak kerasa, sudah 2 tahun menikah. sampai skrg, aku gatau kenapa aku bisa menikah dengan suamiku. wkwkwk. Tiap hari, aku selalu bertanya ke suami "kenapa kamu nikahin aku?" dan dia selalu menjawab, "karena pengen" as simple like that.

Kalau kuingat kembali, di tahun 2020 ke awal perkenalan kami, di situ adalah tahun paling sedih buatku. dan, dia datang menawarkan madu. ciaelah wkwk

Perkenalan kami sampai ke akhirnya lamaran hanya sekitar 5 bulan. singkat, sat set. 3 bulan kemudian kami menikah. bahkan, teman2 terdekatku saja kaget, aku mau menikah. keluarga besarku juga. sebab saat itu  yang dikonfirmasi mau menikah dalam waktu dekat adalah adik sepupuku dulu. Dia bahkan sudah izin mau melangkahiku. wkwkwk. Jadi keputusanku menikah saat itu mengejutkan banyak pihak. 

Dan sampai saat ini pun, 2 tahun pernikahan, aku masih bertanya-tanya mengapa aku menikah secepat itu. Tidak, aku tidak menyesali pernikahan ini, hanya saja aku masih bertanya-tanya dengan semua proses yang satsetsatset itu. hahahaha.

Pernah kubayangkan, sesekali, kalau hari ini atau saat ini, aku belum menikah, aku sedang apa ya?

Tapi, aku bersyukur sekali dengan pernikahan ini. dengan seseorang yang kunikahi, suamiku. Dia adalah orang yang sangat amat tepat untukku. Sabarnya nomor satu!🫶

Kurasa, dibalik satsetsatsetnya pernikahanku yang tanpa sedikitpun ragu dalam prosesnya, itu adalah campur tangan Tuhan alias kuasa Allah SWT alias Takdir. Klise tapi ya emang udah jodohnya, jadi satsetsatset. gituloh...

Alhamdulillah. 

Senin, 28 Februari 2022

Pernikahan Kertas

halo, aku mau bercerita. aku mendedikasikan tulisan ini untuk suamiku, juga untuk kenangan kami.

setahun sudah kami menikah, bahagia. senang sekali menjalaninya. tapi, di tulisan ini aku mau menceritakan bagaimana aku sebelum bertemu dengannya, bagaimana Tuhanku menjawab kontan semua pertanyaanku, mengabulkan apa pintaku.


tahun 2020, setelah dua sahabat dekatku menikah berbarengan. perasaan ingin menikah juga menggelitik hatiku. saat itu, aku habis putus hubungan dengan seseorang yang konon serius padaku tapi no action. bacot doang, nyakitin doang. (lah curhat, maaf).


pokoknya, setelah dua sahabat baikku menikah. aku mulai memikirkannya juga. karena, mungkin sudah memasuki usia matang untuk menikah berdasarkan standar sosial, wkwk. tapi, sampai usia 24-25 aku belum juga dekat serius dengan lelaki manapun. karena, aku berteman dgn banyak orang. dekat dengan banyak orang. beberapa temanku bilang, si A naksir elu nin. tapi enggaa, dia gak pernah berani bilang sama aku. kita akhirnya terjebak friendzone. beberapa kali aku ada di lingkaran setan itu. puncaknya ketika teman dekatku, lelaki itu, akhirnya menikah. aku diolok-olok habis-habisan oleh teman²ku dan keluarganya (karena kami saling kenal). rasanya aku menyesal telah datang ke pernikahannya, aku ingin hilang saja saat itu.


di situlah, aku mulai gaber alias galau berat. sampai pernah seputus asa itu perihal jodoh, aku menyiapkan formulir untuk taaruf dan duit buat ikutan kelas jodoh. hehehe. kaya... dahlah, bismillah, mau ikhlas aja siapapun yang cocok pas taaruf. (padahal, taaruf bagus ya tapi kenapa aku kayak hopeless yak?)


sampai akhirnya, Dewis memaksaku buat kenalan. konon, Dewis bilang ada yang kepo sama aku. wih, aku langsung GR kenapa yak wkwk, berarti aku masih menarik lah 😂😂

aku berkali-kali nanya ke dewis, aku orangnya bukan type yg bisa lgsg klop asik sama orang baru. butuh waktu, tapi Dewis selalu bilang dia orangnya baik, mungkin cocok, coba aja. Dan aku iyain, mau deh kenalan.


Setelah kenalan, anehnyaaaa ada beberapa orang juga yang deketin aku. kaya misal hari ini pagi aku dianter kerja sama si A, sorenya dijemput sama si B. besoknya, main sama si C.  dan semua orang² itu menyenangkan untuk diajak ngobrol, karena basicnya dari temanan.


tapi pemenangnya adalah, suamiku, bayyinuddin ahmad! 


Suatu hari, di masa galau berat itu aku pernah menulis di buku harian, aku mau menikah diakhir 2020 atau awal 2021. aku mau menikah bukan karena omonga orang tapi karena aku mau menikah. aku mau suamiku dan aku, perannya sama. tidak terlalu ringan atau terlalu berat. kita sama, setara, seimbang.


dan, boom. Allah kabulin, kontan!

aku menikah awal tahun, dengan kesadaran sendiri tanpa campur tangan omongan tetangga. wkwkwk. dikasi bonus, suamiku yang tidak patriarki, ia menghargaiku sbg perempuan merdeka, diberi kebebasan untuk menentukan pilihanku sendiri. bahagianyaaaaa!

rumah yang kami tinggali berdua, bukan saja tugasku untuk menjaga dan merawatnya tapi menjadi tugas kami. kami berbagi peran. mencuci masak dan beberes bukan hanya tugas perempuan dan suamiku tidak malu akan itu. aku bahagia!


sekarang, hari ini, 28 februari genap sudah usia  pernikahan kami satu tahun. aku tau, masih banyak hal² yang belum kami lewati untuk ujian rumah tangga berikutnya. tapi, aku percaya sekali tahun pertama adalah fondasinya. kedepannya, kami tentu akan lebih kuat.


kami masih menunggu hadirnya buah hati, semoga memasuki tahun kedua ini kami segera diberikan titipan. 


sekian ceritaku, terima kasih

Jumat, 15 Oktober 2021

Nindi menikah!

 Hai, sudah lama sekali enggak nulis. hehe

Btw, aku sekarang sudah menikah. Alhamdulillah. Aku menikah dengan laki-laki yang enggak kuduga. Kalau melihat kembali tulisan-tulisan di blog ini, tak pernah kusangka aku menikah dengan orang yang gak pernah kutuliskan ceritanya di blog ini. Maka, ini adalah tulisan pertamaku tentang suamiku di blog ini.

Ternyata, aku menikah dengan seniorku di kampus. Hehe. Kita beda 4 tahun, jadi saat aku masuk kuliah dia sudah lulus. Makanya kita gak pernah ketemu, atau bersinggungan secara langsung. Aku hanya tahu, dia senior yang cukup disegani oleh angkatanku dan senior lainnya. Konon, dia adalah pendiri teater di Fakultasku. Oh iya, yang kuingat juga dia adalah pacarnya senior perempuan yang saat itu cukup dekat denganku.

Bagaimana awalnya kami bertemu?

Semua karena Dewis!~

Aku gak pernah menyangka akan menikah di umur 25. Rencananya, aku akan menikah saat aku 27 tahun. Karena, aku mau menunggu seseorang yang saat itu sudah menjanjikan dirinya untuk menikah denganku di umur 27. Tapi ternyata, toh enggak jodoh. Dijauhkan dengannya dan malah didekatkan dengan suamiku sekarang.

Namanya Bayyinuddin, bagus sekali ketika aku tahu namanya. Orangnya baik, dewasa, dan penuh cinta. Hari itu, tiba-tiba Dewis whatsapp dan bilang, "Nin, lu mau gak kenalan?'. Dewis tahu betul, aku susah sekali membuka hati. Jadi, kumeyakinkan diri berkali-kali ke Dewis bisa gak ya aku buat kenalan sama orang baru? Saat itu, aku meyakini sekali bahwa gak bisa suka atau cinta sama orang yang baru kukenal. Menikah pun aku mau dengan temanku sendiri, yang sudah mengenal diriku baik jeleknya sejak lama.

Semesta emang becanda melulu, akhirnya kujalani juga perkenalan dengan suamiku. Beberapa kali kami bertemu, beberapa kali kami jalan. ulang tahun ke 25 kulewati dengan makan bersama dirinya, sementara orang yang kuharapkan melupakannya. huh, sedih banget saat itu.

Hingga, mungkin 3 minggu setelah ulang tahunku dan 3 bulan perkenalan kami. Dia mengajakku ke rumahnya, di Halimpu Beber, yang kini kami tinggali bersama. Di sana, ya gak ngapa-ngapain. Cuma ngobrol dan makan. Hingga, setelah mengantarku pulang. Dia whatsapp, panjang sekali. Pake "Bismillah", seolah kupinang kau dengan Basmallah. wkwk.

Iya! Dia meminta aku untuk menjadi istrinya, "Bismillah, Nindi Aulia Rahma. Mau engga kamu jadi istri saya?...." aku terkekeh. Menulis nama lengkapku saja salah, Huh. Tawaran dan ajakannya menikah itu, selama sebulan atau mungkin lebih, enggak kujawab. Karena? Gatau. Aku betulan gatau harus jawab apa saat itu. Menikah tidak ada di rencana jangka pendekku. 

Kemudian hari terus didesak untuk diminta jawaban, akhirnya kuserahkan ke Mamaku. Dan ya, direstui dan diridhoi. Semuanya berjalan lancar walau ada krikil sana sini yang semesta lempar, tapi dilalui dengan baik. 6 Desember kami lamaran, dan menentukan tanggal 28 Februari 2021 untuk akad nikah.

Saat itu, tersiar kabar bahwa aku menikah cepat karena hamil duluan. Wkwkwk. Ya ampun, ciuman aja aku belum pernah. Ciuman pertamaku, ya suamiku saat sudah menikah. Btw, saat ini aku belum dikasih titipan sama Allah. Semoga secepatnya aku hamil, ya! amin

Udah deh, begitu ceritanya sampai kami menikah. Jodoh gak ada yang tahu ya!

Senin, 12 Agustus 2019

Menjadi jahat

Halo Semesta, apa kabar?

Pertama-tama, aku ucapkan selamat berlebaran idul adha bagi kamu semua yang merayakannya.
Apa yang kamu kurbankan tahun ini?

Aku berkurban tahun ini.
Aku mengorbankan perasaan yang sesungguhnya  belum aku miliki.

Di hari raya kemarin, aku mengambil peran sebagai perempuan jahat. Aku mungkin saja telah menyakiti seorang pria, yang padahal (mungkin saja) dengan tulus, menyayangiku. Aku juga tidak tahu perasaan dia yang sesungguhnya. Siapa memang yang tahu kedalaman hati seorang manusia?

Kalau kamu pria itu, dan kebetulan kamu membaca ini. Tolong maafkan aku, dan mari kita terus berteman. Aku tidak ingin kehilangan orang baik di hidupku. Maafkan aku, sekali ini saja.


***

Rabu, 29 Agustus 2018

Puisi untuk kamu

aku ingin bilang bahwa aku mencintaimu,
tapi aku kecewa pada bahasaku yang terbatas
sehingga aku kesulitan mengutarakannya

aku mencintaimu
mengagumi tak hanya parasmu
tapi utuhnya kamu sebagai dirimu
aku mengagumi keberanianmu, pikiranmu, sikapmu, sopanmu, tutur bahasamu dan leluconmu yang kadang tidak lucu itu
aku mencintai segala yang ada pada dirimu

aku mencintaimu di luar dugaanku
bahkan ketika kupikir ini hanya euphoria sesaat
atau meski aku merasa begitu kerdil di hadapanmu, karena tidak mampu mengimbangi kamu dan mimpimu
aku tetap mencintaimu
di luar ruang dan waktu
terus mengembang seperti nebula di jagat raya

aku sungguh mencintaimu
hingga sesuatu yang sembunyi pada diriku berkata, "aku harus menunggumu, aku ingin menikah denganmu"
tapi aku tak berani bilang padamu

Beber, 29 Agustus 2018