Hai, sudah lama sekali enggak nulis. hehe
Btw, aku sekarang sudah menikah. Alhamdulillah. Aku menikah dengan laki-laki yang enggak kuduga. Kalau melihat kembali tulisan-tulisan di blog ini, tak pernah kusangka aku menikah dengan orang yang gak pernah kutuliskan ceritanya di blog ini. Maka, ini adalah tulisan pertamaku tentang suamiku di blog ini.
Ternyata, aku menikah dengan seniorku di kampus. Hehe. Kita beda 4 tahun, jadi saat aku masuk kuliah dia sudah lulus. Makanya kita gak pernah ketemu, atau bersinggungan secara langsung. Aku hanya tahu, dia senior yang cukup disegani oleh angkatanku dan senior lainnya. Konon, dia adalah pendiri teater di Fakultasku. Oh iya, yang kuingat juga dia adalah pacarnya senior perempuan yang saat itu cukup dekat denganku.
Bagaimana awalnya kami bertemu?
Semua karena Dewis!~
Aku gak pernah menyangka akan menikah di umur 25. Rencananya, aku akan menikah saat aku 27 tahun. Karena, aku mau menunggu seseorang yang saat itu sudah menjanjikan dirinya untuk menikah denganku di umur 27. Tapi ternyata, toh enggak jodoh. Dijauhkan dengannya dan malah didekatkan dengan suamiku sekarang.
Namanya Bayyinuddin, bagus sekali ketika aku tahu namanya. Orangnya baik, dewasa, dan penuh cinta. Hari itu, tiba-tiba Dewis whatsapp dan bilang, "Nin, lu mau gak kenalan?'. Dewis tahu betul, aku susah sekali membuka hati. Jadi, kumeyakinkan diri berkali-kali ke Dewis bisa gak ya aku buat kenalan sama orang baru? Saat itu, aku meyakini sekali bahwa gak bisa suka atau cinta sama orang yang baru kukenal. Menikah pun aku mau dengan temanku sendiri, yang sudah mengenal diriku baik jeleknya sejak lama.
Semesta emang becanda melulu, akhirnya kujalani juga perkenalan dengan suamiku. Beberapa kali kami bertemu, beberapa kali kami jalan. ulang tahun ke 25 kulewati dengan makan bersama dirinya, sementara orang yang kuharapkan melupakannya. huh, sedih banget saat itu.
Hingga, mungkin 3 minggu setelah ulang tahunku dan 3 bulan perkenalan kami. Dia mengajakku ke rumahnya, di Halimpu Beber, yang kini kami tinggali bersama. Di sana, ya gak ngapa-ngapain. Cuma ngobrol dan makan. Hingga, setelah mengantarku pulang. Dia whatsapp, panjang sekali. Pake "Bismillah", seolah kupinang kau dengan Basmallah. wkwk.
Iya! Dia meminta aku untuk menjadi istrinya, "Bismillah, Nindi Aulia Rahma. Mau engga kamu jadi istri saya?...." aku terkekeh. Menulis nama lengkapku saja salah, Huh. Tawaran dan ajakannya menikah itu, selama sebulan atau mungkin lebih, enggak kujawab. Karena? Gatau. Aku betulan gatau harus jawab apa saat itu. Menikah tidak ada di rencana jangka pendekku.
Kemudian hari terus didesak untuk diminta jawaban, akhirnya kuserahkan ke Mamaku. Dan ya, direstui dan diridhoi. Semuanya berjalan lancar walau ada krikil sana sini yang semesta lempar, tapi dilalui dengan baik. 6 Desember kami lamaran, dan menentukan tanggal 28 Februari 2021 untuk akad nikah.
Saat itu, tersiar kabar bahwa aku menikah cepat karena hamil duluan. Wkwkwk. Ya ampun, ciuman aja aku belum pernah. Ciuman pertamaku, ya suamiku saat sudah menikah. Btw, saat ini aku belum dikasih titipan sama Allah. Semoga secepatnya aku hamil, ya! amin
Udah deh, begitu ceritanya sampai kami menikah. Jodoh gak ada yang tahu ya!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar