Selasa, 08 Desember 2015

Kamu ada dimana-mana

Aku mendengar namamu di sela bisikan angin yang mencumbu hangatnya daun dan reranting rambutan. Di pucuk puring yang menguning dan gugur kembang kemuning. Bau tanah basah lepas kemarau panjang dan cahaya kilat memanjang membelah langit yang abu-abu, mendung warnanya. Musim penghujan adalah musim pemutar kenangan. Di rinai rintiknya, di setiap tetesnya adalah bilur tawa dan air mata.
Adalah namamu yang aku ingat dari bisingnya lebah sedang merayu bunga anggrek violet yang menggantung di dahan pohon jambu.
Rindu. Adakah cara lain selain aku menikmati kontemplasi ini?
Lihat, dengar dan rasakan. Mengapa kau ada dimana-mana? Ternyata kau memiliki satu ruang khusus di hatiku.

Beber, 25 November 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar