Duhai Ramandhan, betapa banyak yang tak menghargai datangnya engkau, apakah mereka termasuk yang bukan golongan beriman?
Aku dengan keimanan yang kupunya, dan akhlak yang belum sempurna, betul-betul ingin memadukan lahir dan bathinku padamu, Ramadhan. Bila kelak, meski enggan, aku memang harus terbakar dahulu oleh apiNya, jangan sampai kedua orangtuaku terbawa karena perangaiku. Tetapi sungguh aku inginkan hakiki bahagia di firdausNya. Ramadhan, tolong rengkuh aku dalam pelukNya.
Nindiarh, 16 Juni 2016.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar