Selamat malam duhai engkau yang masih dirahasiakan.
Aku belakangan ini menemui kesibukan yang luar biasa nikmatnya. Bangun lebih pagi dari biasanya. Mandi lebih cepat, sarapan lebih cepat, segala hal serba terburu-buru. Satu, dua hari aku merasa terpaksa. Tiga hingga kesekian harinya aku terbiasa. Satu langkah, satu fase harus aku lalui demi menjumpaimu. Tak apa aku berlelah-lelah begini. Aku tahu, pasti kau juga sedang menempa diri guna mengusahakanku. Iya kan?
Aku selalu percaya kepada firmanNya. Lelaki yang baik untuk perempuan yang baik, pun sebaliknya.
Aku sekarang sedang meningkatkan kualitasku. Aku ingin menjadi sepadan denganmu. Aku tidak ingin membuatmu malu bila ditakdirkan denganku. Lihatlah, aku berjanji akan menjadi madrasah yang baik untuk keturunan kita.
Doakan aku mudah melaluinya, meski berat aku selalu tahu kau ada untukku. Entah di masa depan mana kita akan berjumpa. Segeralah, aku rindu.
Titip salam untuk keluargamu, segeralah datangi orangtuaku.
Aku kangen, jodohku.
Beber, 10 Agustus 2016.
23:05 wib.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar