Minggu, 06 November 2016

Kau Menjelma Aku

Kita tidak pernah mengerti Semesta dengan segala permainannya dalam setiap pertemuan juga perpisahan. Meski tahu betul setiap pertemuan akan berakhir perpisahan. Tapi, siapa ingin berpisah bila sudah menikmati tiap-tiap hal dalam pertemuan?

Kau adalah anugerah yang Semesta berikan. Sayangnya, aku menyadari hal tersebut di ujung waktu. Padamu aku tahu di bumi ini ada seseorang sepertimu. Aku melihat diriku dalam bentuk lain pada dirimu. Aku lima tahun yang lalu. Kau menjelma aku sebagai bentuk lain yang bukan aku.

Kelak, aku tahu ini bukan perasaan cinta atau semacamnya. Tidak wajar. Begitu yang mereka katakan. Seminggu belakangan ini rasanya seperti mau gila memikirkannya. Tapi malam ini aku yakin betul, ini hanya daya tarik. Kau menjelma aku.

Maafkan atas perasaan keliru belakangan ini.

Nindiarh, 6 November.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar