Bagi sebagian orang masa-masa di sekolah dasar adalah hal yang biasa-biasa saja. Hal yang wajar bila dilalui dengan kenangan yang konyol dan penuh kepolosan. Akan sangat lucu mengenangnya. Namun bagiku, sedikit berbeda. Aku senang mengenang masa-masa sekolah dasar. Di mana di dalamnya, aku bisa mengingat betapa aku (dulu) sangat sok tahu dan konyol dan menjijikan. Hahaha 😂😂😂
Tapi aku tidak malu akan hal tersebut. Bukankah itu salah satu bentuk kepolosanku dahulu?
Dan tahukah kalian, selain kenangan (tak) menyenangkan tersebut, ada satu hal yang membuatku tidak malu mengenangnya. Dan itu adalah kau, cinta pertama yang kurasa.
Sudah lama sejak perasaan itu pertama kali muncul hingga saat ini, bila bertemu denganmu, mau dalam situasi apapun aku selalu gemetar. Seperti merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya lagi. Begitu selalu bila berjumpa denganmu.
Dulu, saat kita masih sekolah, yang kubenci adalah bila teman-teman mengolok-olok kita. Bagaimanalah anak ingusan macam kita mengenal cinta. Tapi nampaknya aku dewasa lebih cepat. Aku tahu aku telah jatuh cinta padamu sejak kelas 4 sekolah dasar. Tak mengerti bagaimana mulanya, namun sepotong kejadian itu terekam jelas di benakku. Tidak bosan kuputar ulang setiap malam. Kadang kuberharap suatu hari bisa mengulangnya bersamamu.
Kini, lewat sembilan tahun sudah sejak meninggalkan bangku sekolah dasar. Perasaan itu, entah sudah berkurang atau mungkin berubah maknanya atau namanya, masih tetap ada. Masih gemetar aku bila berjumpa denganmu. Masih canggung aku bila berbincang denganmu. Masih ada perasaan itu.
Tak banyak yang kutahu tentangmu, satu hal yang pasti kutahu, kau adalah cinta pertama yang kurasa.
- Betapa belum dibalas cintamu, hidupku belumlah merdeka -
Beber, 17 Agustus 2016
Selagi kuingat ketika siang tadi kau menyapaku.