Setidaknya aku tidak begitu pusing memikirkan kemana rinduku harus berlabuh. Sebab rindu, sama seperti perasaan lainnya, perlu dituntaskan. Rasa-rasanya kalau terus merindu melulu, hati ngilu. Betapa nyeri dan menjerikannya sebuah perasaan bernama rindu.
Setelah beberapa waktu diselimuti rindu, kemudian dipertemukan walau beda. Karena aku tahu, rindu ini hanya aku yang punya, hanya aku yang rasa. Sementara kamu? Aku tidak tahu.
Adakah semisal itu yang kamu rasa akan diriku?
Begitu. Kita disibukan oleh aktifitas masing-masing, tenggelam dalam berbagai macam kegiatan.
Pada waktu yang telah diatur sedemikian oleh Sang Kuasa, kita dipertemukan. Orang-orang menganggap hal ini biasa, mungkin kamu pun demikian. Tetapi aku tidak.
Sebutlah aku orang paling lebay sejagat!
Aku bahagia walau sekilas bertegur sapa, menyebutkan ujung namamu. Hatiku berdesir kala punggungmu terlihat dibalik kacamataku. Padahal hanya sebatas punggungmu. Aku jadi ingat kalimat ajaib milik Dewi Lestari:
" Aku sampai di bagian bahwa aku telah jatuh cinta. Namun orang itu hanya mampu kugapai sebatas punggungnya saja. Seseorang yang cuma sanggup kuhayati bayangannya dan tak akan pernah kumiliki keutuhannya. Seseorang yang hadir sekelebat, bagai bintang jatuh yang lenyap keluar dari bingkai mata sebelum tangan ini sanggup mengejar.
Seseorang yang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus udara langit, awan atau hujan. Seseorang yang selamanya harus dibiarkan berupa punggung karena kalau sampai ia berbalik niscaya hatiku hangus oleh cinta dan siksa.
DEE - HANYA ISYARAT"
Iya aku hanya bisa mengagumimu sebatas punggungmu saja. Aku tak berani membayangkan jika aku hadir didepanmu. Berapa banyak orang yang akan mencemooh dan meremehkan rasaku? Aku tidak sanggup.
Baiklah, sekian dulu. Aku takut beberapa membaca ini kemudian mencari tahu.
14 april 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar