Duh, Nindi.
Konon, kamu tidak pernah tahu Semesta dengan segala takdirnya membawamu melangkah ke arah mana. Di satu titik persimpangan, kelak kamu menyadari telah sejauh ini melangkah. Kembali ke belakang sama halnya dengan menumbuk tepung. Satu-satunya yang bisa dilakukan adalah terus melangkah, berlari bila perlu. Jangan hiraukan yang telah tertinggal, biarkan mereka atau sesuatu itu pada tempatnya. Setiap orang atau setiap sesuatu punya porsinya masing-masing.
boleh bisa apasaja termasuk menulis, boleh tidak bisa apasaja kecuali menulis - Seno Gumira Ajidarma
Rabu, 15 Februari 2017
Duh, Nindi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar