kepada desember yang kadang mendatangkan badai dan terik. dan demi januari yang kehangatannya mulai terasa di batas kota ini.
aku mencoba untuk tidak terlalu ambisius. sebab dewasa ini, aku menyenangi sesuatu yang natural dan sederhana saja.
kesenangan yang kumaksud itu bisa berwujud pesan singkat, yang kadang dapat membuatku berjingkrak bila dapat satu darimu. atau potret dirimu yang sengaja kau bagi sendiri. sesederhana itu. darimu, apa pun, yang memberi kesenangan (buatku) di dalam diam.
iya. kamu adalah kesenangan itu. kamu yang kata banyak orang susah untuk kujangkau. mereka bilang aku terlalu bermimpi. aku jadi tidak percaya diri. tapi tak apa, karena buatku, kamulah kesenangan itu. perasaan damai dan penuh keindahan bila memikirkan kamu dan aku ke masa depan yang ingin kurangkai.
kamu adalah kesenangan yang menimbulkan rindu. rindu yang bukan hanya pada kamu yang sedikit -- seperti hanya kamu dalam bentuk pesan singkat dan potret dirimu -- tetapi juga rindu pada kamu dalam versi lengkap dengan segala kekurangan, dan kelebihan kamu yang melimpah.
aku sedikit memaksa kepada Tuhan. aku selalu menyebut namamu atau mengingat wajahmu, setiap kali di hadapan-Nya. kujadikan doa sebagai satu-satunya jalan tempuhku bila ingin mendapatkan kamu, kesenangan itu. aku tahu caraku ini tidak benar tapi juga tidak salah. biar Tuhan saja yang menimbang, akankah hatimu bergerak kepadaku atau justru Tuhan melemparkan sejauh-jauhnya?
pada akhirnya, aku hanya bisa berdoa sekali lagi. aku mendoakan semua kualitas terbaik yang Tuhan cipta dikeluarkan-Nya kepadamu. semoga kita bisa bertemu di sebuah waktu, di masa yang datang, di mana semua lebih natural dan sederhana. sesungguhnya Tuhan itu Maha Cinta. Ia tentu lebih paham. semoga saja kita berjodoh.
salam, nindiarh.
sesekali aku ingin jujur seperti ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar