Rabu, 14 Februari 2018

hujan di bulan februari

Halo Februari

Terlambat sekali menyapamu

Setiap orang adalah cinta pertama bagi orang lain. Aku penasaran, apakah aku menjadi cinta pertama bagi seseorang? Siapakah dia? Dekatkah ia di hidupku?

Februari
Kali ini, izinkan aku sedikit berterimakasih  kepada luka-luka, rasa sakit karena dikhianati, perasaan kecewa, marah dan segumpal perasaan tidak sehat lainnya yang pernah aku rasakan
Terimakasih, patah hati. Berkatmu aku mengerti, ada harga yang harus dibayar mahal untuk sebuah pendewasaan.

Dan, setiap orang pasti pernah mengalami patah hati, sakit hati. Entah patah hati karena orang yang dicintai, atau mematahkan hatinya sendiri.

Aku keduanya.

Pernah aku mematahkan hatiku sendiri. Aku berhenti mengasihi, tapi tidak bisa membenci. Aku mematahkan hatiku sendiri hanya karena tidak ingin berharap lebih dari apa yang mampu seseorang itu beri. Kemudian aku memilih mematahkan hatiku, entah bagaimana caranya, aku mendapati diriku terluka tapi tidak ada bekasnya di tubuhku. Berkali-kali aku mematahkan hatiku, untuk orang yang sama.

Harus kau tahu, aku ini tipikal orang yang lurus-lurus saja. Aku ini setia pada satu.

Sekali waktu, hatiku dipatahkan oleh seseorang. Seseorang yang lain. Kala itu, aku mencoba merekatkan kembali patahan hatiku, seseorang yang lain itu datang. Katanya ia mau membantu. Tapi ia malah menambahkan cidera yang lain, di hatiku.

Bagaimana rasanya dikhianati? Sekali, aku bisa memaafkan. Dua kali, aku mungkin maklum. Tiga kali, aku ingin berhenti. Aku tidak ingin terikat pada hubungan yang justru membuat hatiku ngilu.

Mungkin aku tidak cantik. Tidak mengapa karena memang. Tapi, bukan karena fisikku tidak sebagus yang dimau, aku jadi disakiti seenaknya. Nanti, kutunjukan aku memiliki sesuatu yang cantik, yang saat itu tidak disadarinya.

Sudah cukup. Aku malah jadi melantur. Poin penting dari tulisan ini adalah,
aku memang belum lupa pada semua rasa sakit, kecewa, amarah yang pernah aku rasakan. Tapi, dari semua itu aku belajar. Bahwa, satu-satunya yang bisa diandalkan untuk melindungiku ya diriku sendiri. satu-satunya yang bisa dipercaya untuk menjaga perasaanku ya diriku sendiri.

meminta dan mengharap pada seseorang, kalau dia tidak menghendakinya, kita yang kecewa. Tahi kucing dengan komitmen. Setiap individu ingin merdeka. Aku, kamu, ingin bebas. Bukankah begitu? Hehehe

Saat ini, aku begitu. Aku ingin bebas.

Perempuan merdeka,
merdeka dari rasa sakit hati
merdeka dari penjajahan perasaan
merdeka dari pertanyaan "kapan nikah?"
*if you know what i mean* :)))))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar