Senin, 26 Maret 2018

Aku dan Menikah

Sekitar kelas 2 SMA, aku pernah berujar ke temanku, "aku pengin nikah muda".
Lalu setelah lulus SMA, aku memilih kuliah dibanding lgsg bekerja. Kemudian, aku lupa dengan keinginan menikah muda itu. Dunia kampus membuatku asik sendiri.
Sekarang, ketika usiaku di masyarakat dipandang sudah cukup umur untuk menikah karena banyak teman-teman seangkatanku bahkan angkatan di bawahku sudah menikah, keinginan itu kembali menggelitik hatiku.
Saat aku memikirkan ingin menikah muda, usiaku masih 16 tahun. Aku mengalami banyak hal. Bibiku yang sudah menikah, dan punya anak, kuurus anaknya sejak bayi. Kakak-kakak sepupuku, menikah dan punya anak, lucu menggemaskan. Kuurus dan kusayang.
Tapi, mereka, bayi-bayi itu tumbuh besar, punya teman, lalu lupa dengan aku. Posisiku hanya sebagai tante atau teteh untuk mereka. Sedih. Aku ingin jadi seseorang yang amat 'bayi-bayi' itu sayang.
Jadilah aku kepikiran ingin punya anak, di usiaku yang 17 saja belum.
Aku ingin menikah muda saat itu, karena aku ingin bayi, aku ingin mengurus anak. Impianku saat itu ingin menjadi Ibu, seseorang yang amat sangat penting, berarti dan dicintai si bayi. Sederhana kan.
Tapi impian menikah muda itu, ya cuma mimpi. Karena sekarang, memang sudah usianya untuk menikah. Jadi, kalaupun aku menikah dalam waktu dekat ini, sudah tidak bisa dibilang nikah muda. Hehehe.
Tetapi, impian untuk menjadi ibu yang baik untuk bayi-bayiku gak akan pernah hilang. Kalau dipikir-pikir, sepertinya itu adalah impian terbesarku. Dibanding dengan karir lainnya, jadi ibu adalah cita-citaku.

Allah yang baik, semoga Engkau mengabulkan mimpi besar ku ini. Setepatnya saja ya Allah, terserah Engkau. Allah, Engkaulah yang paling tahu bagaimana baik atau buruknya untukku. ❤❤

Tidak ada komentar:

Posting Komentar