Dunia sosmed atau dunia maya, bisa jadi sarana hiburan dan pukulan.
Jadi hiburan kalau ketemu akun dengan konten yang lucu bikin terhibhr, jadi termotivasi kalau ketemu akun dengan konten positif, jadi teredukasi kalau ketemu akun yang konsen dengan pengetahuan dan wawasan.
Tapi, jadi pukulan kalau ketemu akun kawan lama yang sudah menikah, punya anak dan terlihat bahagia dengan keluarga kecilnya.
Iya. Temen-temen sekolahku dari mulai SD sampe Kuliah ini, sudah banyak yang menikah. Ketika buka sosmed, dan pas banget mereka-mereka ini posting kebahagiaan mereka dengan keluarga kecilnya. Dalam hati cuma bisa ngucap, "Ya Allah, bahagia banget ya dia udah nikah dan punya bayi. Lucuk bgt pula bayinya."
Nindi ngiri?
ENGGA.
Nindi pengin nikah ya?
Ya iyalah. Pengin nikah, pengin punya anak, pengin berkeluarga dan bahagia.
Tapi rencana menikah masih jauh dalam benak seorang Nindi. Saat ini, rupanya aku cuma belum terbiasa ngontrol emosi agar enggak gampang baper untuk melihat teman-teman yang udah berkeluarga. Rasanya kayak terharu aja, lihat mereka sudah berkeluarga dan bahagia.
Kayak dalam pikiranku muncul perasaan, "dia udah, nanti kamu ya Nin. Tunggu aja giliranmu"
Nah, begitu.
Belum ada rencana menikah untuk waktu dekat ini. Masih banyak yang harus aku bayar dulu untuk keluarga. Masih ingin menikmati masa apa-apa sendiri, kemana-mana sendiri, ngapain-ngapain sendiri, dan waktu sendiri.
Tapi sungguh deh, kalau buka sosmed, lalu muncul "hal-hal demikian", aku langsung merasa terpukul. Haruskah aku berhenti dari dunia sosmed ini? Hm :(